Trend jilbab masa kini

Berjilbab merupakan salah satu kewajiban bagi seorang wanita muslim untuk mengikuti dan mentaati perintah Allah yang telah dentukan dalamkitab suci Al Qur an,tepatnya pada QS An Nur ayat 31 yang berisi tentang kewajiban seorang muslimah untuk menutup aurat.

Menutup aurat dalam arti,kita sebagai seorang wanita muslimharus berpakaian yang menutupi aurat kita, yaitu mulai dari ujung rambut sampai ujung kaki. Berarti seorang wanita muslim harus menutup seluruh tubuh kita oleh pakaian kecuali wajah dan pergelangan tangan kita.

Di Era sekang ini pakaian berjilbab sedang ngetrend atau telah digandrungi oleh para wanita,baik remaja, dewasa atau orang tua. Bahkan anak-anak yang masih duduk dibangku SD pun sudah diarahkan gurunya untuk memakai jilbab.

Kata berjilbab yang dulu masih dianggap kampungan atau awam bahkan orang takut, sekarang ini malah menjadi sebuah fashion yang membludak diseluruh kalangan mana saja.

Advertisements

Merubah mental menyongsong Era Globalisasi

Dunia terus berubah,bila kita tidak tanggap dan rajin berbenah diri maka kita sendiri yang akan musnah.Maka dari itu kita harus memiliki sikap mental yang paling mendasar dalam era globalisasi saat ini. Yang pertama,jangan pernah takut gagal. Gagal dalam menjalani suatu kebaikan bukanlah aib atau bencana dalam diri kita. Gagal merupakan salah satu proses kehidupan yang harus kita lewati. Karna itulah apabila kita gagal dalam melakukan kebaikan, ini adalah sebuah pelajaran bagi kita bukan kegagalan.
Sebagai contoh,berkali-kali saya gagal dalam bidang akademik saya,padahal saya termasuk kategori masuk juara 5 besar dan selalu sekolah negeri favorit. Tetapi waktu itu 2 kali saya gagal dalam kuliah saya di unbraw dan fkg unair. Semua sekolah trrsebut adalah sekolah favorit negeri se-indonesia. Tetapi saya gagal dalam praktikum dan menulis karya ilmiah. Saat itulah orang tua saya mencibir kepada saya,bahkan mereka berdua tidak akan mau mengeluarkan biaya kuliah lagi untuk saya. Hanya rada malu yang saya punya saat itu.Karena dikampus unair saya juga sangat banyak nilai plus dalam bidang sosial. Saking aktifnya saya di bidang sosial dan politik di kampus unair,sampai kuliah saya terabaikan. Yah itulah proses kehidupan yang selalu di bumbui dengan cobaan. Alhamdulillah,akhirnya saya berusaha keras dan fokus sampai menyandang gelar Magister saya di universitas negeri terbaik kebanggan saya yaitu unair.

””

Yang dinamakan beribadah tidak hanya bersedekah ataupun melaksanakan sholat tepat waktu. Kita tersenyum kecil pun juga merupakan sebuah ibadah dan malah senyum itu termasuk senam mulut sehingga menyehatkan bagi semua anggota gerak badan kita. Banyak bentuk ibadah yang bisa kita lakukan termasuk memberikan bantuan atau pertolongan kepada orang yang membutuhkan.  Banyak sekarang aktivitas-aktivitas yang bisa dikategorikan masuk dalam melakukan ibadah. Apalagi dengan maraknya prgram LSM ( Lembaga Sosial Masyarakat) atau CSR di tiap-tiap daerah atau kota.  Hal ini membuktikan bahwa banyak masyarakat yang peduli terhadap bencana yang terjadi di sekitar lingkungannya, baik itu lokal maupun interlokal atau bahkan internasional seperti BSMI ( Bulan Sabit Merah Indonesia),yang merupakan lembaga bantuan kesehatan dan atau perkumpulan para dokter magang yang langsung terjun ke masyarakat terutama kepada masyarakat yang mengalami bencana baik luka kecelakaan, banjir, gempa bumi, tanah longsor, dsb.

Allah ta’ala menjanjikan kepada seluruh umat manusia akan memberikan ganjaran yang berlipat ganda jika kita melakukannya dengan tulus dan ikhlas. Memberikan tempat untuk menampung korban banjir juga merupakan salah satu ibadah yang bisa kita lakukan untuk meringankan beban para korban bencana alam tersebut. 

Menjadi seseorang yang sangat disegani Allah itu tidaklah mudah. Ya, tidak semudah dengan apa yang kita bayangkan. Bahkan seseorang yang sudah mempelajari islam saja belum tentu bisa mengaplikasikannya dengan baik dan sesuai. Apalagi menjadi pribadi yang penuh dengan keikhlasan. Yang paling banyak kita temui adalah pribadi yang hatinya dinaungi nafsu. Yang ada hanyalah rasa kecewa, marah, dan dendam ketika sesuatu yang kita harapkan tidak berpihak bersama kita. Tidak pernah merasa bahwa apa yang sudah kita lakukan selama ini bukan mengharap ridho-Nya tetapi malah sibuk untuk diperperhatikan orang lain agar mendapatkan sebuah penghormatan yang baik.

Marakanya Calo berkedok Biro Jasa Pelayanan

Marakanya Calo berkedok Biro Jasa Pelayanan

Bagi masyarakat kota, khususnya Kota Surabaya, mungkin masih asing dengan istilah online. Jangankan untuk mengurus ijin secara online, membuka internet saja, bagi orang kampong mungkintidak pernah dilakukan. Tetapi tidak dengan mereka yang sudah terpelajar, membuka dan mengutak-atik sebuah computer atau laptop itu sudah merupakan kegiatan yang dilakukan mereka sehari-hari, dan bahkan mereka tidak bisa bekerja dan mengerjakan tugas tanpa adanya internet yang selalu menemani mereka. Tetapi lain halnya dalam pengurusan ijin usaha melalui online, masyarakat harus melakukan beberapa step yang sama sekali tidak pernah mereka pahami sebelumnya. Sehingga mengakibatkan mereka lari kepada calo atau biro jasa meski mereka harus menyediakan uang berlipat daripada yang seharusnya mereka keluarkan.

Adanya beberapa tentang perijinan yang bisa ditangani oleh para calo yang berkedok biro layanan jasa. Seperti  ijin mendirikan bangunan (IMB), Ijin gangguan ( HO), dan surat ijin usaha perdagangan (SIUP). Biro jasa ini bisa menguruskan berbagai surat perijinan. Mengaku sebagai biro layanan jasa, tetapi sama sekali tidak menyebutkan nama perusahaan atau alamat serta nomor telepon biro jasa tersebut.  Mereka mengaku bisnis jasa layanan ini sudah berjalan lancer meski hanya dijalankan perorangan dan tidak memiliki status perusahaan yang jelas. Bahkan para calo tersebut mengaku dibayar dengan harga yang berlipat daripada harga yang telah ditentukan pemerintah. Tetapi para calo itu mengaku bisa mengerjakan dalam waktu cepat antara 8-10 hari dengan tariff 4-8 juta rupiah. Tarif tersebut akan bisa naik atau turun tergantung jenis ijin usaha yang didirikan itu apa. Para calo tersebut melakukan itu karena memanfaatkan ketidaktahuan para masyarakat tentang pengurusan ijin usaha, apalagi lewat online.

Dengan beberapa paparan tentang keluhan masyarakat khususnya yang ada di Surabaya, maka hendaklah ada salah satu media yang dapat menampung dan memberi layanan aspirasi dan keluhan masyarakat dengan lebih dulu memprhatikan keluhan dan kesulitan masyarakat. Sehingga dapat mengurangi kerugian masyarakat karena tindakan para calo yang secara tidak sadar memeras uang para pelapor ijin usaha.

Bagaimana Menyiakapi Kepadatan Lalu Lintas Surabaya

Bagaimana Menyiakapi Kepadatan Lalu Lintas Surabaya
Bagaimana Menyikapi Kepadatan Lalu Lintas di Surabaya ? Pertanyaan itu memerlukan jawaban sekaligus tindakan dari semua pihak, baik iru masyarakat sebagai pelaku, polisi lalu lintas yang mengatur serta mengawasi kelancaran lalu lintas, lebih-lebih Pemkot dan pihak legislative sebagai ppenentu kebijakan. Permasalahan kepadatan lalu lintas di Surabaya sdudah sangat krusial. Memang masalah kepadatan lalu lintas ini sering dijumpai dikota-kota besar seperti Surabaya. Surabaya merupakan kota terbesar di Indonesia kedua setelah Jakarta yang juga sudah mengalami kepadatan dan kemacetan yang meluas hamper diseluruh poros jalan. Kepadatan dan kemacetan ini bukanlah salah dari angkot, angkutan umum, pengendara sepeda motor ataupun mobil pribadi. Terkadang saling menuding satu sama lain, entah karena banyaknya pengguna kendaraan pribadi, atau angkutan umum yang seenaknya sendiri menaikkan dan menurunkan penumpang di jalan yang bukan tempatnya, atauka pengendara sepeda motor yang salib kanan, salib kiri tanpa menghiraukan kendaraan lainnya yang berada disamping atau dibelakangnya. Jika semua itu bukan factor penyebab kesemrawutan lalu lintas di Surabaya, lalu apa ? Apakah perlu mengurangi jumlah kapasitas kendaraan yang ada? Tentu saja tidak mudak untuk menjawab persoalan ini, karena sepanjang pemilik kendaraan pribadi belum belum menemukan kendaraan masal yang memadai yang dapat menggantikan fungsi kendaraan secara keseluruhan, baik itu motor ataupun mobil. Mereka akan berpikir meskipun kendaraan mereka sudah tua tetapi tetap lebih efisien dan ekonomis dibandingkan dengan kendaraan umum yang lain.
Berdasarkan pengamatan penulis jumlah penduduk migran berkolerasi positif terhadap kondisi kepadatan lalu-lintas di Surabaya. Hal ini ditunjukkan pada hari Senin pagi arus lalu lintas masuk ke kota Surabaya yang luar biasa padatnya, sehingga kendaraan berjalan padat merayap dan macet. Sedangkan hari Jum’at sore lalu lintas menuju ke luar kota Surabaya juga sangat padat merayap. Memasuki Kota Surabaya, padahal ruas jalan nyaris tidak ada penambahan maupun pelebaran, sehingga tidak dapat dibayangkan kondisi lalu lintas Kota Surabaya 10 tahun kedepan jika kondisinya tetap seperti sekarang. Kondisi lalu lintas akan crowded dengan kecepatan kendaraan yang merambat. Dan bahkan sangat mungkin akan stagnasi jika hal ini tidak segera mendapat penanganan yang serius dari pemerintah Kota Surabaya. Karena hal ini sudah merupakan tanggung jawab Pembkot Surabaya untuk segera mencari jalan keluarnya. Pemkot Surabaya mempunyai dua alternative untuk mengurangi kemacetan ini, yang pertama adalah dengan melebarkan jalan menjadi dua jalur cepat dan jalur lambat atau membangun system alat transportasi massal. Dua alternative tersebut sama beratnya karena sa,asama membutuhkan dana yang besar serta membutuhkan dukungan dari masyarakat dan investor.
Menurut penulis, pilihan yang harus dipilih adalah membangun system alat transportasi massal yang memadai dan layak, karena pilihan ini relative lebih mudah dijangkau dan menjanjikan daripada harus melebarkan jalan, karena dengan pelebaran jalan saja, jumlah kendaraan juga akan meningkat selama alat transportasi massal tidak memadai dan layak. Tujuan pengadaan alat transportasi massal sangat jelas yaitu mengurangi kepadatan lalu lintas yang crowded.

Jangan sia-siakan keberuntungan yang menghampirimu

Suatu hari, disebuah desa nan kecil, sedang dilanda hujan yang sangat lebat selama kurang lebih 3 hari 3 malam lamanya. Hujan ini tak kunjung berhenti membuat desa menjadi banjir. Tetapi hal menarik bukanlah dari banjir tersebut, melainkan ada seorang pemimpin agama didesa tersebut yang memutuskan untuk tidak mengungsi dengan keyakinan bahwa Tuhan pasti akan menolongnya. Dalam beberapa jam, air sudah naik setinggi lutut. Beberapa warga desa mulai serentak berbondong-bondong mengungsi keluar dari desa tersebut, tetapi tidak dengan pemimpin agama itu. Ada seorang jama’ah dari pemimpin agama ini datang dan menyelamatkan pemimpin agamanya. Jama’ah ini datang menjemput menggunakan truk besar sehingga dapat melintasi banjir yang tingginya sudah mencapai lutut. Lalu sang jama’ah itu berteriak ” Hallo Pak, ayo selamatkan dirimu, air terus naik!”

Bukannya bersyukur karena telah diberi pertolongan, sang pemimpin agama itu malah menjawab,” Hai kalian semua, kecil imanmu. Saya percaya Tuhan akan menolong saya.” Mendengar pernyataan tersebut, jama’ah ini pun memutuskan untuk bergegas pergi dan menyelamatkan dirinya sendiri.

Selang beberapa waktu kemudian, air mulai naik lagi setinggi dada orang dewasa. Pemimpin agama ini tetap ngotot tinggal didalam rumahnya dan percaya Tuhan akan menolong dirinya. Beberapa jama’ah yang lain pun datang menggunakan perahu karet dan berteriak, “Halo Pak, ayo cepat selamatkan dirimu, air sudah semakin naik lagi!” Untuk kedua kalinya, pemimpin agama tersebut menjawab,” Kecil imanmu, saya percaya Tuhan akan menolong saya. Pergilah, kalian tidak perlu menolong saya, saya akan tetap tinggal disini.” Seketika itu juga rombongan kedua pun pergi meninggalkan pemimpinnya.

Selang bebrapa jam kemudian air kembali naik sampai setinggi dagu pemimpin agama tersebut. Untuk kesekian kalinya, pertolongan dari para jama’ah pun datang. Terdengar bunyi helikopter yang begitu keras dari atap rumah sang pemimpin agama tersebut. Sambil melemparkan tali, mereka berteriak ” Ayo selamatkan dirimu sekarang! Air terus meninggi, jika tidak menyelamatkan diri sekarang, engkau akan mati! Dengar sangat terbata-bata, pemim[pin  agama ini menjawab, “Kecil imanmu. Kalian tenang saja, Tuhan akan menolong saya. Jangan pedulikan saya.” Malangnya air banjir terus meluap dan menewaskan pemimpin agama tersebut.

Pasca peristiwa itu, sampailah pemimpin tersebut di akhirat. Pemimpin agama punbertanya kepada Tuhan, ” Mengapa Engkau tidak meyelamatkan aku?” Kemudian Tuhan melakukan konfirmasi kepada para malaikat, Tuhan pun bertanya kepada para malaikat,”  Apakah kalian sudah menolong dia?” Malaikat menjawab,” Ya, kami sudah menolongnya sebanyak 3 kali. Pertama menolongnya  lawat seorang Jama’ah yang mengendarai sebuah truk besar. Kedua, kami menolongnya lewat sorang jama’ah yang menggunakan perahu karet. Ketiga kalinya , kami menolongnya lewat seorang jama’ahyang menaiki helikopter.”

Leaders, nilai moral yang ingin saya sampaikan lewat cerita ini adalah bahwa pertolongan dan keberuntungan dari Tuhan selalu ada dimana-mana. Tetapi jangan mengharapkan keberuntungan jatuh dari langit. Tuhan akan mengirimkan keberuntungan melalui berbagai macam cara. Tidak mungkin Tuhan mengirimkan keberuntungan untuk anda melalui angin atau tumbuhan atau bahkan jatuh dari langit.

Coba perhatika betapa banyak peluang yang telah anda buang lewat teman, saudara dan kerabat anda. Tetapi anda mengatakan,” Itu terlalu beresiko…,” Tunggu saya selesei kuliah,” Tunggu saya menyelesaikan pekerjaan ini,” Tunggu saya setelah punya modal.” Begitu banyak peluang yang sudah menunggu anda. Tetapi anda membuangnya begitu saja, anda tidak siap untuk mengambil kesempatan tersebut.

So,untuk ke depan, lihatlah segala sesuatu dengan positif, maka anda akan beruntung.